Puting Beliung Terjang Bali, 89 Rumah Rusak Dan Ratusan Warga Terdampak

Bagikan

Fenomena cuaca ekstrem kembali melanda Pulau Dewata, membuat warga sangat waspada, mengganggu aktivitas, dan menimbulkan kekhawatiran serius.

Puting Beliung Terjang Bali, 89 Rumah Rusak Dan Ratusan Warga Terdampak

Angin puting beliung disertai hujan deras menerjang sejumlah wilayah di Provinsi Bali pada Rabu (21/1/2026). ​Bencana ini menyebabkan kerusakan signifikan, dengan setidaknya 89 rumah warga dilaporkan rusak dan 108 kepala keluarga (KK) terdampak langsung.​ Selain itu, sejumlah pohon besar juga tumbang, menambah daftar kerugian akibat terjangan badai ini.

Dapatkan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya yang memperluas wawasan Anda, eksklusif di .

Kerusakan Parah Di Jembrana Dan Gianyar

Kabupaten Jembrana menjadi wilayah yang paling parah terdampak angin puting beliung ini. Menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali, sejak pagi hingga sore hari, total 108 kepala keluarga mengalami dampak langsung. Selain itu, 16 pohon besar juga tumbang di berbagai lokasi di Jembrana, mengganggu akses dan membahayakan warga.

I Wayan Suryawan, Kepala UPTD Pengendalian Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali, menyatakan bahwa penanganan masih terus berjalan. Sebagian lokasi terdampak masih dalam proses asesmen untuk mengetahui skala kerusakan secara menyeluruh. Syukurnya, hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa akibat bencana ini.

Sementara itu, Kabupaten Gianyar juga tidak luput dari terjangan puting beliung. Tercatat lima pohon besar tumbang di wilayah ini, menimpa rumah warga dan bahu jalan. Insiden ini menyebabkan dua orang mengalami luka-luka dan segera dilarikan ke RS Sanjiwani untuk mendapatkan penanganan medis.

Denpasar Pun Tak Luput, Tiga Kelurahan Terdampak

Badai puting beliung juga melanda Kota Denpasar, fokus pada tiga kelurahan utama, Sanur, Sidakarya, dan Kesiman. Kerusakan yang ditimbulkan cukup signifikan, terutama pada bagian atap rumah warga. Tim BPBD Kota Denpasar sedang berupaya keras untuk melakukan pendataan kerusakan.

Di Kelurahan Sanur, 15 rumah dilaporkan mengalami kerusakan. Angka ini meningkat drastis di Kelurahan Sidakarya, dengan perkiraan 50 rumah rusak. Sementara itu, Kelurahan Kesiman mencatat 24 rumah mengalami kerusakan, menunjukkan sebaran dampak yang cukup luas di ibu kota provinsi tersebut.

Sekretaris BPBD Kota Denpasar, Gede Agung Teja Bhusana Yadnya, menjelaskan bahwa jenis kerusakan yang paling banyak ditemukan adalah pada atap rumah. Material seperti genteng, seng, dan asbes banyak yang rusak atau terbawa angin. Ia menegaskan, tidak ada korban jiwa atau warga yang membutuhkan perawatan medis serius akibat kejadian di Denpasar.

Baca Juga: Dijanjikan Bebas Banjir, Perumahan Subsidi di Bekasi Malah Terendam 1 Meter

Proses Pendataan Dan Asesmen Kerugian

Proses Pendataan Dan Asesmen Kerugian

Pihak BPBD Kota Denpasar masih terus melakukan pendataan di lapangan untuk mengklasifikasikan tingkat kerusakan bangunan warga yang terdampak. Proses ini penting untuk menentukan jenis bantuan yang akan diberikan dan estimasi total kerugian. Pendataan dilakukan dengan cermat untuk memastikan semua korban mendapatkan perhatian yang semestinya.

Gede Agung Teja Bhusana Yadnya menambahkan bahwa saat ini fokus utama adalah menghitung jumlah rumah yang rusak. Setelah data jumlah terkumpul, selanjutnya akan dikelompokkan berdasarkan tingkat kerusakan, mulai dari kerusakan sedang hingga berat. Ini akan membantu dalam penyaluran bantuan yang tepat sasaran.

Komitmen untuk memberikan informasi yang akurat dan berbasis fakta adalah prioritas. Tim di lapangan bekerja keras untuk mengumpulkan data valid, memastikan setiap laporan mencerminkan kondisi sebenarnya. Penanganan bencana ini memerlukan kolaborasi dan transparansi dari semua pihak terkait.

Respons Cepat Dan Solidaritas Masyarakat

Meskipun skala kerusakan cukup luas, respons cepat dari BPBD Provinsi Bali dan BPBD Kota Denpasar patut diapresiasi. Penanganan dini dan asesmen lokasi terdampak menjadi kunci dalam memitigasi dampak lebih lanjut. Kesigapan petugas di lapangan sangat membantu dalam mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat.

Solidaritas antarwarga juga terlihat dalam upaya penanganan pasca-bencana. Meskipun tidak disebutkan secara eksplisit, semangat gotong royong biasanya mengiringi kejadian seperti ini, di mana warga saling membantu dalam membersihkan puing-puing atau memberikan dukungan kepada tetangga yang terdampak.

Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi. Informasi akurat dari media seperti KOMPAS.com sangat krusial untuk mengedukasi masyarakat dan mendorong partisipasi aktif dalam upaya mitigasi dan penanganan bencana.

Pantau terus berita terbaru seputar Pusat Bahaya serta berbagai informasi menarik yang menambah wawasan Anda.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Utama dari denpasar.kompas.com
  • Gambar Kedua dari baliexpress.jawapos.com

Similar Posts