Lebaran Penuh Ketegangan! Banjir Mendadak Dan Cuaca Ekstrem Terjang Daerah Ini
Sejumlah daerah di Indonesia dilanda banjir dan cuaca ekstrem yang terjadi bersamaan dengan momen Lebaran 2026.
Hujan deras yang turun dengan intensitas tinggi disertai angin kencang memicu terjadinya genangan air hingga banjir di sejumlah titik. Kondisi ini membuat sebagian warga harus meningkatkan kewaspadaan karena potensi dampak lanjutan masih dapat terjadi dalam beberapa waktu ke depan, terutama di daerah yang rawan bencana hidrometeorologi. Simak selengkapnya hanya di Pusat Bahaya.
Cuaca Ekstrem Landa Sejumlah Daerah
Bencana hidrometeorologi berupa banjir dan cuaca ekstrem kembali melanda sejumlah wilayah di Indonesia pada periode Lebaran 2026 atau 1447 Hijriah. Kondisi ini terjadi di tengah suasana libur panjang yang seharusnya menjadi momen masyarakat berkumpul bersama keluarga dan merayakan hari raya.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kejadian ini berlangsung pada rentang waktu 21 hingga 22 Maret 2026. Sejumlah wilayah di Indonesia tercatat terdampak. Wilayah tersebut mencakup Pulau Jawa hingga wilayah timur seperti Maluku. Daerah-daerah ini turut mengalami dampak cuaca ekstrem yang cukup signifikan.
Fenomena cuaca yang tidak stabil dengan intensitas hujan tinggi disertai angin kencang menjadi pemicu utama terjadinya bencana tersebut. Kondisi ini membuat banyak daerah harus meningkatkan kewaspadaan, mengingat potensi bencana susulan masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Sejumlah Wilayah Jawa Barat
Di Provinsi Jawa Barat, cuaca ekstrem dilaporkan melanda beberapa wilayah di Kabupaten Cianjur. Kejadian tersebut terjadi pada Jumat, 20 Maret 2026, dan berdampak pada lima desa di empat kecamatan yang tersebar di wilayah tersebut.
Akibat peristiwa itu, sedikitnya 18 kepala keluarga terdampak langsung oleh bencana cuaca ekstrem. Selain itu, tercatat 18 unit rumah mengalami kerusakan dengan tingkat yang berbeda-beda akibat terpaan angin kencang yang melanda kawasan pemukiman warga.
Pemerintah daerah bersama tim penanggulangan bencana langsung melakukan penanganan darurat di lokasi kejadian. Fokus utama saat itu adalah membersihkan material pohon tumbang serta memperbaiki bagian rumah warga yang mengalami kerusakan agar dapat segera dihuni kembali.
Baca Juga:Â Darurat Alam! Pohon Tumbang Bikin Lalu Lintas Lumpuh, BPBD OKU Siaga
Banjir Rendam Permukiman
Selain cuaca ekstrem, banjir juga terjadi di sejumlah daerah di Pulau Jawa, terutama di wilayah perkotaan dan padat penduduk. Di Kota Depok, banjir melanda Kelurahan Mekarsari dan Tugu, Kecamatan Cimanggis, pada Sabtu, 21 Maret 2026 akibat tingginya intensitas hujan dalam waktu singkat.
Dalam kejadian tersebut, sebanyak 685 kepala keluarga terdampak banjir dengan ketinggian air yang bervariasi di sejumlah titik. Bahkan, 17 jiwa dari beberapa keluarga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman karena rumah mereka tidak lagi dapat ditempati sementara waktu.
Sementara itu, di Jawa Timur, banjir juga melanda Kabupaten Mojokerto pada Jumat, 20 Maret 2026. Peristiwa ini menyebabkan sekitar 275 warga harus mengungsi, dengan ratusan rumah terdampak serta satu tanggul dilaporkan jebol akibat derasnya aliran air sungai.
Wilayah Timur Indonesia
Tidak hanya di Pulau Jawa, bencana banjir juga dilaporkan terjadi di wilayah timur Indonesia, tepatnya di Provinsi Maluku. Kabupaten Seram Bagian Barat menjadi salah satu daerah yang terdampak pada Sabtu, 21 Maret 2026, akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut.
Banjir tersebut memengaruhi sekitar 177 kepala keluarga yang tersebar di dua desa, yaitu Desa Buano Utara dan Desa Piru. Air merendam area permukiman warga sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari, termasuk mobilitas masyarakat di wilayah tersebut.
Meski demikian, Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyampaikan bahwa kondisi di beberapa wilayah mulai berangsur surut. Namun masyarakat tetap diminta untuk waspada karena potensi cuaca ekstrem susulan masih dapat terjadi dalam beberapa waktu ke depan.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari detik.com
- Gambar Kedua dari detik.com