Darurat! Banjir Bandang Rendam 16.156 Rumah di Muratara, 1 Balita Tewas

Bagikan

Banjir bandang melanda Kabupaten Muratara dan merendam ribuan rumah, menyebabkan satu balita dilaporkan meninggal dunia akibat bencana tersebut.

Banjir Bandang Rendam 16.156 Rumah di Muratara, 1 Balita Tewas

Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, dilanda bencana banjir bandang dahsyat yang merendam ribuan rumah warga. Hujan berintensitas tinggi sejak Kamis (7/5) dini hari memicu luapan air yang menggenangi pemukiman penduduk secara masif. Tragisnya, bencana ini menelan korban jiwa berupa seorang balita yang tenggelam di genangan banjir dalam rumahnya sendiri.

Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Pusat Bahaya.

nonton gratis piala dunia 2026 STADIONLIVE
LIVE STREAMING WORLD CUP 2026

Data Korban Terdampak dan Wilayah Yang Terkena

Sekretaris BPBD Muratara Mathir mengonfirmasi setidaknya 16.156 kepala keluarga atau 64.624 jiwa terdampak langsung banjir bandang. Sebagian besar korban berasal dari enam kecamatan yang terendam air setinggi varying starting from lutut hingga dada orang dewasa. Jumlah ini menjadikan banjir Muratara sebagai salah satu bencana hidrometeorologi terbesar di Sumatera Selatan tahun 2026.

Wilayah yang paling parah terdampak adalah Kecamatan Musi Rawas, Urawas, Rupit, Karang Dapo, dan Rawas Ilir. Enam jembatan gantung putus akibat arus deras yang menghantam fondasi jembatan secara langsung. Konektivitas antar-kelurahan terputus total sehingga evakuasi dan distribusi bantuan menjadi sangat sulit dilakukan.

Kewaspadaan terhadap banjir susulan masih ditingkatkan terutama di Kecamatan Karang Dapo dan Rawas Ilir. Pemukiman di kedua kecamatan tersebut hingga Sabtu siang masih terendam air dan memerlukan evakuasi segera. BPBD Muratara meminta warga tetap waspada mengingat kondisi cuaca masih belum menentu dalam beberapa hari ke depan.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Kronologi Kejadian Banjir Bandang Dahsyat

Banjir bandang terjadi sejak Kamis (7/5) dini hari setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Muratara selama berjam-jam. Air dari hulu Sungai Rupit naik secara drastis dan meluap ke daratan pemukiman warga yang berada di bantaran sungai. Debit air meningkat sangat cepat sehingga warga tidak sempat menyelamatkan diri atau memindahkan barang berharga dari rumah.

Puncak banjir terjadi pagi hari ketika air telah mencapai ketinggian 70 hingga 100 sentimeter di beberapa titik. Air yang deras menghanyutkan rumah-rumah panggung warga dan membuatnya terbawa arus hingga ke pemukiman lain. Empat rumah warga hanyut terombang-ambing arus, sementara satu unit rusak sedang dan enam unit lainnya rusak ringan.

Proses evakuasi segera dilakukan oleh BPBD, Basarnas, dan TNI-Polri setelah banjir meredam. Tim penyelamat menggunakan perahu karet untuk mengevakuasi warga yang terjebak di atap rumah atau pohon tinggi. Evakuasi paling mendesak ditujukkan kepada balita, lansia, dan ibu hamil yang memerlukan bantuan medis segera.

Baca Juga: Geger! Ratusan HP Curian Dihimpun Penadah di Bekasi Dari Konser-Tempat Hiburan

Tragedi Balita Tenggelam di Genangan Rumah

 Tragedi Balita Tenggelam di Genangan Rumah

Korban jiwa dalam bencana ini adalah balita perempuan berusia 2,5 tahun bernama Shanum dari Desa Bingin Rupit. Shanum meninggal dunia setelah tenggelam di genangan banjir di dalam rumahnya sendiri sekitar pukul 18.30 WIB. Kejadian sangat tragis ini terjadi ketika ibunya sedang sibuk memindahkan barang berharga ke tempat lebih tinggi.

Ibu Shanum tidak menyadari bahwa anaknya telah jatuh ke dalam genangan air yang semakin dalam. Ketika menyadari anak hilang, sempat dilakukan pencarian dan kemudian ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri. Upaya resusitasi jantung paru dilakukan namun sayang terlambat dan Shanum dinyatakan meninggal dunia.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Muratara Mugono membenarkan satu korban jiwa ini. Balita berusia 3 tahun tewas di Desa Bingin Rupit akibat tenggelam di genangan banjir dalam rumahnya sendiri. Kematian balita ini menjadi pengingat buruk tentang bahaya genangan banjir bagi anak-anak yang tidak bisa berenang.

Penanganan Darurat dan Bantuan Untuk Korban

BPBD Muratara segera mendirikan posko darurat bencana untuk mengkoordinasi evakuasi dan distribusi bantuan logistik. Ratusan书包, makanan siap saji, selimut, pakaian, dan obat-obatan didistribusikan ke lokasi-lokasi yang terisolir. Tim medis juga diterjunkan untuk menangani korban yang mengalami keracunan air dan penyakit kulit akibat kontak dengan air banjir.

Pemerintah Kabupaten Muratara membuka dapur umum dan tempat penampungan sementara bagi warga yang kehilangan tempat tinggal. Warga yang rumahnya hanyut atau rusak berat dialihkan ke bangunan pemerintah yang lebih tinggi dan aman dari banjir susulan. Bantuan dari pemerintah pusat dan provinsi juga mulai diringankan untuk mempercepat pemulihan pasca-bencana.

TNI-Polri mendirikan posko keamanan di sekitar lokasi bencana untuk mencegah penjarahan barang bawaan warga yang mengungsi. Akses jalan utama menuju Muratara tetap dijaga agar truk bantuan dapat melintas tanpa hambatan berarti. Pembulihan infrastruktur seperti jembatan yang putus menjadi prioritas utama setelah warga terdampak mendapat bantuan dasar.

Selalu pantau berita terbaru seputar Pusat Bahaya dan info menarik lain yang membuka wawasan Anda.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Utama dari m.jpnn.com
  • Gambar Kedua dari regional.kompas.com

Similar Posts