|

Gelombang Pasang Mengancam, Waspada Banjir Rob Di Pesisir NTB!

Bagikan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi banjir rob yang akan melanda wilayah pesisir NTB.

Gelombang Pasang Mengancam, Waspada Banjir Rob Di Pesisir NTB!

Fenomena ini diperkirakan terjadi akibat pasang air laut maksimum yang cukup tinggi, berpotensi menimbulkan dampak signifikan bagi masyarakat yang tinggal di daerah pesisir. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan terburuk.

Temukan berbagai informasi akurat dan menarik lainnya yang bisa memperluas pengetahuan Anda di Pusat Bahaya.

Peringatan Dini Dan Durasi Ancaman

BMKG merilis peringatan dini ini pada tanggal 15 Januari 2026, dan akan berlaku hingga akhir bulan, tepatnya 31 Januari 2026. Periode ini menjadi krusial bagi warga pesisir NTB untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengambil langkah-langkah mitigasi yang diperlukan. Informasi ini disampaikan langsung oleh Kepala Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Majid (ZAM), Satria Topan Primadi.

Potensi banjir rob ini dipicu oleh pasang air laut maksimum yang diprediksi akan mencapai ketinggian 1,9 meter. Angka ini cukup tinggi dan berpotensi menyebabkan genangan air di area-area rendah. Selain itu, tinggi gelombang laut diperkirakan berkisar antara 1,25 hingga 2,5 meter, menambah risiko bagi aktivitas maritim dan keamanan pesisir.

Mengingat kondisi ini, Topan Primadi menekankan pentingnya kewaspadaan bagi masyarakat di sekitar pesisir Lombok, pesisir Bima, bantaran sungai, serta daerah yang lebih rendah. Kesiapsiagaan menjadi kunci untuk mengantisipasi dampak dari pasang air laut maksimum, termasuk ancaman banjir rob yang dapat merugikan.

Wilayah Terdampak Dan Waktu Puncak Pasang

Beberapa wilayah pesisir di NTB telah diidentifikasi memiliki potensi terdampak banjir rob yang signifikan. Di Lombok, area seperti Pantai Ampenan, Sekarbela, Gerung, Lembar, Pemenang, Jerowaru, dan Labuhan Lombok perlu mendapatkan perhatian khusus. Masyarakat di lokasi ini diimbau untuk lebih siaga.

Selain itu, di Pulau Sumbawa, potensi banjir rob serupa diperkirakan akan terjadi di wilayah Sumbawa dan Labuhan Badas. Wilayah Bima juga tidak luput dari ancaman, meliputi Palibelo, Woha, Bolo, Langgudu, Soromandi, Sape, Rasanae Barat, Hu’u, dan Asakota. Identifikasi ini membantu masyarakat setempat mempersiapkan diri lebih awal.

Puncak pasang maksimum di wilayah Lembar diperkirakan terjadi antara pukul 19.00 hingga 01.00 WITA. Sementara itu, di wilayah Sape, pasang akan terjadi pada rentang waktu 15.00 hingga 03.00 WITA. Informasi mengenai waktu puncak pasang ini sangat penting untuk perencanaan evakuasi atau pengamanan aset.

Baca Juga: Heboh! Anggota Brimob Polda Aceh Desersi, Diduga Jadi Tentara Bayaran Di Rusia

Faktor Pemicu Dan Dinamika Atmosfer

Faktor Pemicu Dan Dinamika Atmosfer

Kondisi cuaca di NTB ke depan masih akan sangat dipengaruhi oleh dinamika atmosfer baik pada skala regional maupun global. Topan Primadi menjelaskan bahwa fenomena ini bukanlah kejadian yang berdiri sendiri, melainkan hasil interaksi kompleks dari berbagai sistem cuaca.

Saat ini, terpantau adanya bibit siklon tropis “91W” yang berada di Samudera Pasifik, sebelah timur Filipina. Selain itu, sistem tekanan rendah juga terdeteksi di Samudera Hindia, sebelah selatan NTB. Kehadiran kedua fenomena ini memiliki peran besar dalam memicu konvergensi dan belokan angin di wilayah NTB.

Angin permukaan di NTB didominasi oleh tiupan dari arah barat daya hingga barat laut, dengan kecepatan maksimum yang dapat mencapai 40 km/jam. Suhu permukaan laut juga berada pada kisaran 28 hingga 30 derajat Celsius. Kombinasi faktor-faktor ini menciptakan kondisi ideal bagi terjadinya pasang laut ekstrem.

Imbauan BMKG Untuk Kewaspadaan Ganda

BMKG mengimbau seluruh masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan lebat yang mungkin disertai petir dan angin kencang. Kondisi cuaca ekstrem ini diperkirakan akan melanda hampir seluruh wilayah NTB, termasuk Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Utara, Sumbawa, Dompu, hingga Bima, terutama pada pagi hingga dini hari.

Selain ancaman hujan lebat, masyarakat pesisir dan para nelayan juga diminta untuk sangat waspada terhadap tinggi gelombang laut. Gelombang dapat mencapai 2 meter atau bahkan lebih tinggi di beberapa perairan. Area yang perlu diwaspadai meliputi Selat Lombok, Selat Alas, Selat Sape, serta perairan Samudera Hindia selatan NTB.

Kewaspadaan ganda ini menjadi krusial untuk meminimalkan risiko kerugian akibat bencana. Dengan memperhatikan peringatan dini dari BMKG, diharapkan masyarakat dapat mengambil tindakan pencegahan yang tepat. Keselamatan diri dan keluarga harus menjadi prioritas utama dalam menghadapi ancaman cuaca ekstrem ini.

Ikuti update terkini seputar  dan beragam informasi menarik lain untuk memperluas pengetahuan Anda.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Utama dari inews.id
  • Gambar Kedua dari foto.bisnis.com

Similar Posts