Tragedi Berdarah Di Makassar! Remaja Tewas Saat Main Senjata Mainan, Benarkah Kena Tembak Polisi?
Remaja di Makassar tewas saat main senjata mainan, benarkah terkena tembakan polisi? Kronologi dan fakta lengkapnya dibahas di sini.
Makassar diguncang kabar tragis saat seorang remaja dilaporkan meninggal dunia saat bermain tembak-tembakan dengan senjata mainan. Dugaan tembakan polisi membuat publik bertanya-tanya: apa yang sebenarnya terjadi? Pusat Bahaya ini menguraikan kronologi, reaksi keluarga, dan fakta penting yang perlu diketahui agar pembaca memahami tragedi yang mengguncang kota ini.
Remaja Tewas Saat Main Senjata Mainan
Peristiwa menggemparkan terjadi di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, ketika seorang remaja berusia 18 tahun dilaporkan tewas. Usai diduga tertembak polisi saat membubarkan aksi “perang-perangan” menggunakan senjata mainan di jalan.
Kasus ini langsung menjadi sorotan publik karena melibatkan aparat dan korban jiwa anak muda. Berikut rangkuman detailnya.
Kronologi Kejadian Di Toddopuli
Peristiwa itu terjadi pada Minggu pagi di Jalan Toddopuli Raya, saat polisi melakukan pembubaran terhadap sekelompok remaja yang bermain tembak-tembakan dengan senjata mainan. Salah satu remaja, Bertrand Eka Prasetyo Radiman (18), diduga terkena tembakan di bagian pantat.
Menurut keterangan keluarga, ibu korban menerima kabar bahwa anaknya tengah dirawat di rumah sakit setelah diduga terlibat tawuran atau konvoi sebelum akhirnya mengalami luka tembak. Namun detail lengkap tentang apa yang sebenarnya terjadi di lokasi masih belum terang.
Sekitar satu jam setelah kabar awal, keluarga mendapatkan informasi tragis bahwa Bertrand telah meninggal dunia akibat luka tembakan tersebut. Informasi ini langsung mengguncang keluarga yang saat itu belum sempat melihat kondisi sang anak.
Baca Juga: Miris Banget, 3 Tahun Gedung SDN 1 Gadung Sari Tabanan Rusak Berat, Siswa Harus Berbagi Kelas
Reaksi Keluarga Dan Saksi
Ibu korban, Desi Manutu (44), menyatakan bahwa ia saat kejadian sedang berada di Jakarta dan hanya mendapatkan kabar lewat kerabat tentang kondisi anaknya di rumah sakit. Kesedihan mendalam muncul saat ia mendengar kabar bahwa putranya sudah meninggal.
Desi sempat mempertanyakan bagaimana anaknya bisa hingga terkena tembakan, karena menurutnya dalam pembubaran tawuran polisi biasanya menembak ke udara atau tindakan pengamanan lain yang tidak langsung mengarah ke tubuh seseorang.
Ia juga mengaku belum puas dan masih mencari penjelasan lebih lanjut dari pihak berwajib mengenai kronologi sebenarnya, terutama karena anaknya bermain menggunakan senjata mainan, bukan senjata asli.
Senjata Mainan Dan Risiko Di Makassar
Fenomena anak-anak dan remaja bermain tembak-tembakan dengan senjata mainan di ruang publik sempat mendapat perhatian aparat. Polisi di Makassar bahkan sudah melarang penggunaan jenis mainan tersebut di jalanan karena berpotensi membahayakan warga lain meski peluru yang dipakai plastik.
Menurut Kapolsek Tamalate, tembakan dari senjata mainan tetap berisiko menyebabkan cedera, terutama jika mengenai bagian tubuh sensitif seperti mata. Larangan ini diberlakukan agar kejadian yang tidak diinginkan dapat diminimalisir.
Patroli bahkan ditingkatkan untuk menyasar kelompok anak yang membawa senjata mainan di ruang publik, dengan ancaman penyitaan jika ditemukan. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan mainan semacam itu sudah menjadi isu dalam beberapa waktu terakhir di Makassar.
Pernyataan Resmi Dan Penyelidikan
Hingga Selasa siang, Kapolrestabes Makassar, Kombes Arya Perdana, belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden tersebut atau menjelaskan hasil penyelidikan awal aparat kepolisian. Belum adanya pernyataan membuat banyak pertanyaan masih menggantung di publik.
Pihak keluarga dan masyarakat berharap proses penyelidikan berlangsung terbuka, sehingga kebenaran kronologi kejadian termasuk alasan penggunaan kekuatan oleh aparat dapat dijelaskan secara jelas.
Sementara itu, publik dan netizen juga menunggu informasi resmi lebih lanjut, terutama terkait status hukum kejadia. Dan apakah tindakan polisi sesuai prosedur penanganan kerumunan atau tawuran.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari infonasional.com
- Gambar Kedua dari detik.com