Mencekam! Banjir Setinggi 2 Meter dan Longsor Terjang Mamasa, 31 Rumah Warga Rusak
Banjir hingga dua meter dan longsor menerjang wilayah Mamasa, BPBD mencatat sebanyak 31 rumah warga mengalami kerusakan.

Bencana banjir dan longsor melanda wilayah Mamasa setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut dalam waktu cukup lama. Air dengan ketinggian hingga dua meter masuk ke permukiman warga dan menyebabkan aktivitas masyarakat lumpuh. Selain banjir, longsor juga terjadi di sejumlah titik dan mengancam keselamatan warga sekitar.
Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Pusat Bahaya.
Hujan Deras Picu Banjir dan Longsor
Curah hujan tinggi mengguyur wilayah Mamasa sejak beberapa waktu terakhir hingga membuat debit air sungai meningkat drastis. Air kemudian meluap ke permukiman warga dan merendam rumah-rumah di beberapa desa. Kondisi ini membuat masyarakat panik karena genangan terus naik dalam waktu singkat.
Di sejumlah titik, tanah yang tidak mampu menahan derasnya air mulai bergerak dan memicu longsor. Material tanah menutup akses jalan serta mengancam rumah warga yang berada di lereng perbukitan. Warga berusaha menyelamatkan diri sambil membawa barang-barang penting ke tempat yang lebih aman.
Situasi semakin sulit karena hujan masih turun saat banjir dan longsor terjadi. Banyak warga tidak sempat menyelamatkan seluruh harta benda mereka. Beberapa keluarga memilih bertahan di rumah, sementara lainnya mengungsi demi menghindari risiko yang lebih besar.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Puluhan Rumah Warga Mengalami Kerusakan
BPBD Mamasa mencatat sedikitnya 31 rumah warga mengalami kerusakan akibat banjir dan longsor. Sebagian rumah mengalami kerusakan ringan karena terendam air, sementara beberapa bangunan lain terkena dampak longsoran tanah. Kondisi ini membuat banyak warga kehilangan tempat tinggal sementara.
Air berlumpur masuk ke dalam rumah dan merusak perabotan serta barang elektronik milik warga. Selain itu, dinding dan pondasi beberapa rumah mulai retak akibat tekanan tanah dan genangan air yang cukup tinggi. Warga berusaha membersihkan rumah mereka meski kondisi lingkungan masih belum stabil.
Kerusakan juga terjadi pada fasilitas umum dan akses jalan di sekitar wilayah terdampak. Aktivitas masyarakat terganggu karena sejumlah jalur tertutup material longsor. Kondisi ini membuat distribusi bantuan dan proses evakuasi menghadapi hambatan di lapangan.
Baca Juga: Akses Tertutup Akibat Longsor di Polewali Mandar, Warga Diminta Waspada
Upaya Evakuasi dan Penanganan BPBD

Petugas BPBD bersama aparat gabungan langsung bergerak menuju lokasi bencana setelah menerima laporan dari warga. Tim melakukan evakuasi terhadap masyarakat yang terjebak banjir dan membantu warga menuju tempat pengungsian yang lebih aman. Perahu karet dan kendaraan darurat digunakan untuk menjangkau lokasi yang sulit diakses.
Selain evakuasi, petugas juga melakukan pendataan terhadap rumah dan fasilitas yang mengalami kerusakan. BPBD terus memantau kondisi cuaca dan potensi longsor susulan di beberapa titik rawan. Langkah ini penting untuk mengurangi risiko korban jiwa selama proses penanganan berlangsung.
Pemerintah daerah juga mulai menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak. Bantuan tersebut meliputi makanan, air bersih, selimut, dan kebutuhan darurat lainnya. Petugas kesehatan ikut disiagakan untuk membantu warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat banjir.
Warga Harap Penanganan Cepat dan Antisipasi
Warga Mamasa berharap pemerintah segera mempercepat proses penanganan pascabencana agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal. Banyak keluarga kini membutuhkan bantuan untuk memperbaiki rumah dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Mereka juga berharap akses jalan yang tertutup longsor segera dibuka kembali.
Selain bantuan darurat, masyarakat meminta adanya langkah antisipasi jangka panjang untuk mengurangi risiko banjir dan longsor di wilayah tersebut. Perbaikan drainase, penguatan lereng, dan pengawasan kawasan rawan bencana menjadi harapan utama warga.
Bencana di Mamasa menjadi pengingat penting tentang besarnya risiko cuaca ekstrem terhadap permukiman masyarakat. Kerja sama antara pemerintah, petugas, dan warga sangat dibutuhkan agar penanganan bencana berjalan cepat dan keselamatan masyarakat tetap terjaga.
Selalu pantau berita terbaru seputar Pusat Bahaya dan info menarik lain yang membuka wawasan Anda.
Sumber Gambar:
- Gambar pertama dari detikcom
- Gambar kedua dari SULBARKINI.com