Tragis! Banjir Bandang Hantam Sekolah di Padang, SDN 49 Belajar di Darurat
Banjir bandang yang melanda Kota Padang menghantam sektor pendidikan, membuat SDN 49 Batang Kabung terpaksa belajar di kelas darurat.
Dampak banjir juga dirasakan oleh 21 sekolah lainnya dengan kerusakan ringan hingga berat. Pemerintah Kota Padang menyiapkan ruang darurat, fasilitas belajar sementara, dan pemantauan ketat agar proses belajar tetap berjalan. Guru dan tenaga pendidik bekerja ekstra untuk memastikan anak-anak tetap mendapatkan pendidikan yang layak.
Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang cuman ada di Pusat Bahaya.
Pendidikan di Padang Terdampak Banjir Bandang
Bencana banjir bandang yang melanda Kota Padang, Sumatera Barat, pada akhir November 2025, tidak hanya merusak rumah warga tetapi juga menghantam sektor pendidikan. Dampak bencana ini masih dirasakan dua bulan pascabencana, terutama bagi sekolah-sekolah yang terdampak di lima dari 11 kecamatan di kota tersebut.
Data Pemerintah Kota Padang mencatat, sekitar 67.563 jiwa terdampak langsung oleh bencana ini, sementara kerusakan rumah mencapai 5.523 unit. Dari jumlah tersebut, 546 rumah rusak berat, 2.174 rusak sedang, dan 2.949 mengalami kerusakan ringan.
Sektor pendidikan juga terdampak signifikan, terutama sekolah dasar dan menengah yang berada di zona terdampak banjir. Banyak fasilitas kelas yang mengalami kerusakan ringan hingga berat, sehingga proses belajar mengajar harus disesuaikan dengan kondisi darurat.
SDN 49 Batang Kabung Gelar Kelas Darurat
Salah satu sekolah terdampak parah adalah SDN 49 Batang Kabung, yang bahkan hanyut terbawa arus banjir. Sejak tahun ajaran semester genap 2025-2026 dimulai, sekolah ini terpaksa menempati kelas darurat untuk melanjutkan proses belajar.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Yopi Krislova, menjelaskan bahwa kelas darurat ini berlangsung di Puskesmas Pembantu (Pustu) Batang Kabung dan TK V Batang Kabung, yang dilengkapi fasilitas minimal agar kegiatan belajar tetap berjalan.
“Ruangannya memang kecil, tetapi memadai untuk proses belajar mengajar hingga pembangunan sekolah baru selesai. Kami pastikan anak-anak tetap mendapatkan pendidikan yang layak,” ujar Yopi saat ditemui Selasa (3/2/2026).
Baca Juga: Tragedi Kaki Burangrang, Longsor Dahsyat Ratakan Kampung Warga
Dampak Banjir Terhadap Sekolah Lain
Selain SDN 49 Batang Kabung, tercatat 22 sekolah di Kota Padang terdampak banjir dengan berbagai tingkat kerusakan, mulai dari ringan hingga berat. Beberapa sekolah masih bisa menggunakan sebagian ruang kelas, sementara lainnya harus menyesuaikan metode belajar.
Kondisi ini memaksa guru dan tenaga pendidik bekerja lebih ekstra. Mereka harus memastikan siswa tetap mengikuti kurikulum, meski ruang belajar terbatas dan fasilitas masih belum optimal.
Pemerintah kota pun terus memantau perkembangan sekolah-sekolah terdampak, melakukan evaluasi, dan menyiapkan langkah-langkah perbaikan jangka pendek hingga pembangunan fasilitas baru selesai.
Pemulihan Sekolah Terdampak Banjir
Dinas Pendidikan Kota Padang telah menyiapkan langkah-langkah strategis untuk memulihkan kondisi sekolah pascabencana. Mulai dari penyediaan kelas darurat, distribusi buku pelajaran, hingga bantuan logistik bagi guru dan siswa.
Selain itu, pemerintah daerah bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mempercepat pembangunan sekolah baru dan fasilitas penunjang belajar. Targetnya, sekolah-sekolah terdampak bisa kembali beroperasi normal dalam waktu dekat.
Masyarakat juga diimbau mendukung proses belajar di kondisi darurat, dengan tetap memantau anak-anak saat berangkat ke sekolah dan menjaga keamanan fasilitas darurat. Kolaborasi antara pemerintah, guru, dan masyarakat menjadi kunci agar pendidikan tetap berjalan meski bencana pernah melanda.
Luangkan waktu Anda untuk membaca informasi terbaru dan terviral lainnya yang akan menamba wawasan Anda Pusat Bahaya.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari regional.kompas.com
- Gambar Kedua dari regional.kompas.com