Tragedi Gumuk Pasir Bantul: Eks Sekjen Pordasi DKI Ditemukan Tewas, 2 Orang Ditahan
Eks Sekjen Pordasi DKI tewas di Gumuk Pasir Bantul, polisi tangkap 2 orang terkait kasus ini, Kronologi kasus masih diselidiki.
Tragedi mengguncang Bantul setelah Eks Sekjen Pordasi DKI ditemukan tewas di kawasan Gumuk Pasir. Polisi bergerak cepat dan menahan dua orang terkait kasus ini.
Polisi kini fokus melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap fakta Pusat Bahaya di balik kematian Eks Sekjen Pordasi DKI, termasuk pemeriksaan intensif terhadap kedua tersangka yang ditahan.
Eks Sekjen Pordasi DKI Ditemukan Tewas Di Gumuk Pasir Bantul
Sesosok mayat pria ditemukan di area Gumuk Pasir, Grogol IX, Parangtritis, Kretek, Bantul, pada Rabu (28/1) sekitar pukul 07.30 WIB. Penemuan ini awalnya dilaporkan oleh saksi yang sedang mencari rumput, dan segera ditindaklanjuti oleh Polsek Kretek.
Korban ditemukan dalam posisi telentang, kaki menekuk, tangan di dada, dan mata terbuka. Tanpa identitas, pria itu mengenakan celana hitam pendek, kaos dalam putih, dan kaos luar kerah biru. Tinggi tubuh korban sekitar 160 centimeter.
Hasil pemeriksaan medis menunjukkan adanya sejumlah luka, termasuk lebam di sekitar mata, luka di pelipis kanan dan hidung, lebam di rahang dan leher, serta sobekan di telinga. Dugaan awal, korban meninggal lebih dari dua jam sebelum ditemukan.
Identitas Korban Terungkap: Herlan Matrusdi
Setelah pengecekan melalui alat INAFIS dan perbandingan manual, korban teridentifikasi sebagai Herlan Matrusdi (68), warga Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur. Ia dikenal sebagai mantan Sekretaris Jenderal Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) DKI Jakarta.
Keluarga korban, termasuk putranya Agi Irvan Majibi (40), memastikan identitas Herlan melalui kecocokan foto dan ciri fisik jenazah di RS Bhayangkara Yogyakarta. Kehadirannya di Bantul baru diketahui melalui unggahan grup Pordasi DKI di media sosial.
Selama enam hingga tujuh bulan terakhir, Herlan tidak kembali ke rumah di Gunung Putri, Bogor. Keluarga sempat kehilangan jejaknya hingga adanya informasi di grup media sosial yang mengabarkan bahwa ia sudah meninggal dunia.
Baca Juga: Miris! Lebih dari 100 Ribu Warga Masih Mengungsi Pasca Bencana Sumatera
Kronologi Kejadian Dan Dugaan Kekerasan
Korban ditemukan oleh saksi saat pergi ke kebun nenek di sekitar Gumuk Pasir. Setelah laporan diterima, kepolisian melakukan evakuasi dan pemeriksaan medis. Luka-luka pada tubuh korban mengindikasikan tindakan kekerasan fisik atau penganiayaan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, korban diduga meninggal akibat pengeroyokan. Kepolisian mengumpulkan bukti dan keterangan saksi untuk memperkuat dugaan tindak pidana. Analisis awal menunjukkan luka-luka konsisten dengan penganiayaan fisik secara bersama-sama.
Keluarga korban menyatakan terkejut, terutama karena Herlan sebelumnya sempat berkomunikasi melalui pesan suara dan menolak berbagi lokasi dengan alasan “bahaya,” yang kini menambah misteri sebelum kematiannya.
Dua Tersangka Telah Diamankan Polisi
Polres Bantul telah menetapkan dua tersangka, yakni RM (42) warga Ampel, Boyolali, dan FM (61) warga Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Kedua tersangka kini menjalani proses hukum dan ditahan di Polres Bantul.
Hasil pemeriksaan awal menyebutkan keduanya diduga melakukan kekerasan secara bersama-sama hingga menyebabkan kematian Herlan. Polisi masih mendalami motif dan kronologi kejadian untuk menuntaskan kasus ini.
Penetapan tersangka dilakukan setelah pemeriksaan intensif. Polisi juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum diverifikasi dan tetap mempercayakan proses hukum kepada pihak berwenang.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari cnnindonesia.com
- Gambar Kedua dari detik.com