Tragedi di Pura Luhur Pucak Tinggah! 4 Bangunan Hancur, Kerugian Miliaran!
Empat bangunan di Pura Luhur Pucak Tinggah, Tabanan, dilaporkan ambruk setelah diterjang angin kencang pada Kamis (5/3/2026).
Saksi mata menyatakan bahwa robohnya bangunan terjadi secara tiba-tiba sekitar siang hari. Angin kencang yang datang saat waktu istirahat para pekerja menyebabkan beberapa bangunan runtuh. Kejadian ini memicu kepanikan di kalangan pekerja dan warga sekitar. Dapatkan update berita terkini seputar Pusat Bahaya dan informasi menarik yang memperluas pengetahuan Anda.
Detil Bangunan Yang Ambruk
Bangunan pertama yang roboh adalah bale paruman, berukuran 18 x 7 meter dengan atap sirap bambu dan 24 pilar. Struktur ini termasuk salah satu bangunan utama pura yang kerap digunakan untuk upacara adat. Runtuhnya bale paruman menjadi kehilangan besar bagi pengelola pura.
Bangunan kedua yang ambruk adalah bale murdamanik, berukuran 5 x 5 meter. Bale ini memiliki fungsi penting sebagai ruang pertemuan kecil untuk kegiatan umat dan penyimpanan sesaji. Kerusakan pada bangunan ini menghambat kegiatan rutin pura.
Selain itu, lumbung kelingking berukuran 2,5 x 2 meter juga rusak parah. Serta pelinggih penegtegan merta yang berukuran 1 x 1 meter ikut ambruk. Kerusakan ini memperlihatkan betapa kuatnya angin kencang yang melanda lokasi tersebut.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Kronologi Kejadian
Menurut Kasi Humas Polres Tabanan, AKP I Gusti Made Berata, peristiwa terjadi sekitar pukul 13.00 WITA. Dua pekerja, Siprianus Tenggo (23) dan Gedion Ende (21), menjadi saksi mata utama. Mereka sedang beristirahat saat angin kencang datang secara tiba-tiba.
Kedua saksi langsung melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Desa Angseri. Segera, aparat desa dan warga setempat mendatangi lokasi untuk membantu memastikan keselamatan semua pekerja. Tidak ada korban luka maupun jiwa dalam insiden ini.
Begitu laporan diterima, aparat desa dan pihak keamanan setempat langsung melakukan koordinasi dengan pengelola pura. Langkah cepat ini membantu mencegah kerusakan lebih lanjut dan meminimalkan risiko bagi warga sekitar.
Baca Juga:Â Peringatan Keras! Ancaman Letusan Gunung Lewotobi, Warga Panik Besar
Dampak Kerusakan Dan Kerugian
Kerugian akibat ambruknya keempat bangunan ditaksir mencapai Rp 1,5 miliar. Angka ini termasuk biaya pembangunan kembali struktur yang rusak dan penggantian material tradisional, seperti sirap bambu. Pihak pengelola pura tengah menginventarisasi seluruh kerugian secara rinci.
Selain kerugian finansial, kerusakan ini menunda beberapa kegiatan keagamaan. Upacara rutin yang dijadwalkan pekan itu harus ditunda hingga perbaikan selesai. Masyarakat pun berharap proses pemulihan berlangsung cepat dan aman.
Kerusakan juga menjadi perhatian bagi pemerintah desa dan instansi terkait. Mereka menilai pentingnya mitigasi bencana untuk pura-pura lain di wilayah Tabanan agar tidak mengalami hal serupa di masa mendatang.
Respons Pihak Terkait
Pengelola pura langsung mengkoordinasikan perbaikan dengan warga dan pihak desa. Dana darurat serta bantuan material mulai dipersiapkan untuk mempercepat pemulihan bangunan. Pihak pengelola juga mempertimbangkan penggunaan struktur tambahan agar lebih tahan terhadap angin kencang.
Polres Tabanan dan aparat desa terus memantau kondisi sekitar pura. Mereka mengimbau warga agar tetap waspada saat angin kencang melanda wilayah Tabanan. Langkah ini dilakukan untuk mencegah korban jiwa maupun kerusakan tambahan.
Selain itu, masyarakat dan tokoh adat setempat berinisiatif menggalang bantuan swadaya. Tujuannya untuk mempercepat pemulihan dan menjaga kelestarian pura sebagai pusat kegiatan keagamaan.
Upaya Pemulihan Dan Mitigasi
Pihak pengelola pura merencanakan pembangunan kembali bale paruman dan bale murdamanik dengan metode yang lebih aman. Penggunaan material tradisional tetap dipertahankan agar nilai budaya pura tidak hilang.
Selain pembangunan fisik, pengelola juga menyiapkan langkah mitigasi untuk mencegah kerusakan akibat angin kencang di masa depan. Hal ini meliputi penguatan struktur dan pembuatan penahan angin di sekitar pura.
Masyarakat berharap upaya pemulihan segera selesai. Dengan demikian, kegiatan keagamaan, ritual adat, dan interaksi sosial di Pura Luhur Pucak Tinggah dapat berjalan normal kembali, menjaga keberlangsungan budaya dan tradisi setempat.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari detik.com
- Gambar Kedua dari detik.com