Keamanan Publik Terganggu: Pasutri Penjual Kopi Dikeroyok Tiga Pria Di ICP Unaaha
Keamanan publik di ICP Unaaha terganggu, Pasutri penjual kopi dikeroyok tiga pria usai menegur, warga pun dibuat resah.
Ruang publik seharusnya menjadi tempat yang aman bagi semua orang. Namun insiden pengeroyokan yang menimpa pasangan suami istri penjual kopi di kawasan ICP Unaaha justru memunculkan kekhawatiran baru soal keamanan publik.
Hanya karena sebuah teguran, kekerasan tak terhindarkan dan meninggalkan trauma bagi korban. Peristiwa ini memantik pertanyaan serius: sejauh mana ruang publik benar-benar terlindungi, dan apa langkah aparat untuk mencegah kejadian serupa terulang? Simak ulasan lengkapnya dalam Pusat Bahaya berikut.
Pasutri Penjual Kopi Jadi Korban Kekerasan Di Ruang Publik
Insiden kekerasan kembali mencoreng rasa aman masyarakat di ruang publik. Sepasang suami istri yang sehari-hari mencari nafkah sebagai penjual kopi menjadi korban pengeroyokan di kawasan Inolobunggadue Central Park (ICP) Unaaha, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.
Peristiwa tersebut memicu kekhawatiran warga terhadap keamanan di area publik yang kerap menjadi tempat berkumpul masyarakat pada malam hari. Kejadian ini dialami oleh TS (42) dan istrinya NL (26). Keduanya diserang oleh tiga pria tak dikenal saat sedang berjualan.
Aksi kekerasan itu terjadi di hadapan pengunjung lain, sehingga menimbulkan kepanikan dan membuat suasana kawasan ICP Unaaha mencekam.
Teguran Berujung Pengeroyokan
Peristiwa bermula ketika salah satu pelaku datang ke lokasi dalam kondisi diduga terpengaruh minuman keras. Pelaku berteriak-teriak dan mengeluarkan kata-kata kasar yang mengganggu ketertiban.
TS yang saat itu sedang melayani pembeli mencoba menegur pelaku dengan maksud meredam situasi agar tidak semakin ricuh. Namun, teguran tersebut justru memicu emosi pelaku dan rekan-rekannya.
Tanpa peringatan, salah satu dari mereka menyerang TS dari belakang dengan cara mencekik. Dalam hitungan detik, dua pelaku lain ikut melakukan kekerasan secara bersama-sama. Korban tidak mampu melawan hingga akhirnya terjatuh ke tanah dan terus menerima pukulan.
Baca Juga: Waspada! BMKG Prediksi Gelombang Tinggi Terjadi 15–18 Januari 2026
Istri Korban Ikut Dianiaya
Melihat suaminya diserang, NL berusaha melerai dan meminta para pelaku menghentikan tindakan mereka. Sayangnya, niat baik tersebut justru berujung pada penganiayaan.
Para pelaku menarik pakaian korban dan melayangkan tamparan, membuat situasi semakin brutal dan tak terkendali. Aksi kekerasan baru terhenti setelah sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi turun tangan melerai.
Kehadiran warga membuat para pelaku menghentikan serangan dan segera meninggalkan kawasan ICP Unaaha. Korban mengalami luka fisik dan trauma akibat kejadian tersebut.
Polisi Lakukan Penyelidikan Dan Kejar Pelaku
Tak lama setelah kejadian, TS bersama istrinya mendatangi Polres Konawe untuk melaporkan pengeroyokan yang mereka alami. Pihak kepolisian membenarkan telah menerima laporan tersebut dan saat ini tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas serta peran masing-masing pelaku.
Kasatreskrim Polres Konawe, AKP Taufik Hidayat, menyatakan bahwa proses penyelidikan sedang berjalan. Polisi juga mengumpulkan keterangan saksi dan menelusuri bukti di lokasi kejadian.
Informasi awal menyebutkan bahwa salah satu pelaku diduga telah diamankan, meski aparat masih mendalami keterlibatannya. Kasus ini menjadi sorotan publik karena terjadi di ruang terbuka yang seharusnya aman bagi masyarakat.
Luangkan waktu anda untuk membaca informasi terbaru dan terviral lainnya yang akan menamba wawasan anda Pusat Bahaya.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari sultra.tribunnews.com
- Gambar Kedua dari medcom.id