Longsor Terjang Pahae Julu, Jalinsum Putus Dan Tiga Nyawa Melayang!
Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Tapanuli Utara memicu longsor besar di Desa Hutabarat, Kecamatan Pahae Julu, dan menutup Jalan Lintas Sumatera.
Bencana ini bukan hanya memutus akses penting antardaerah, tetapi juga menelan tiga korban jiwa setelah sebuah mobil pikap terseret ke sungai. Peristiwa tersebut sontak mengejutkan warga karena terjadi begitu cepat dan tanpa banyak tanda awal yang terlihat.
Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Pusat Bahaya.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Kronologi Kejadian
Peristiwa terjadi pada Selasa, 5 Mei 2026, sekitar pukul 16.30 WIB saat sebuah mobil pikap Isuzu Traga bermuatan sayuran melintas di lokasi. Di tengah hujan deras, tebing di pinggir jalan tiba-tiba ambrol dan material tanah langsung menutup badan jalan. Kondisi cuaca yang ekstrem membuat pengemudi tidak memiliki banyak waktu untuk menghindar.
Longsoran itu mendorong kendaraan hingga terjatuh ke sungai di bawah badan jalan. Di dalam mobil terdapat tiga orang, yakni sopir FA berusia 34 tahun serta dua penumpang, BN dan DH, yang sama-sama berasal dari Labuhanbatu Selatan. Kendaraan itu sempat terseret sebelum akhirnya berhenti di titik yang sulit dijangkau petugas.
Akibat kejadian itu, BN dan DH terjepit di dalam kendaraan dan meninggal dunia di tempat. Sopir FA berhasil selamat, tetapi mengalami luka berat dan harus mendapat penanganan medis segera. Warga yang berada di sekitar lokasi sempat panik karena kejadian berlangsung sangat cepat dan disertai material tanah yang terus bergerak.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Korban dan Penolong
Selain dua penumpang yang tewas di dalam mobil, ada satu korban lain bernama DS, 14 tahun, yang ikut menjadi korban dalam peristiwa tragis tersebut. Berdasarkan keterangan saksi, DS turun ke sungai untuk membantu proses evakuasi saat kejadian berlangsung. Sikap spontan itu menunjukkan besarnya rasa kemanusiaan di tengah situasi darurat.
Niat menolong justru berujung petaka karena longsor susulan datang dan menimbunnya. DS ditemukan meninggal dunia setelah tertimbun material tanah, sehingga total korban tewas dalam insiden ini menjadi tiga orang. Kejadian ini membuat suasana di lokasi semakin haru karena upaya penyelamatan malah menambah jumlah korban.
Identitas para korban yang meninggal dunia adalah BN (34), DH (38), dan DS (14). Ketiganya telah dievakuasi ke rumah sakit umum di Tarutung sambil menunggu proses penyerahan kepada keluarga masing-masing. Keluarga korban pun harus menerima kabar duka di tengah situasi jalan yang masih sulit dilalui.
Baca Juga: Gunung Lewotobi Laki-laki Meletus Dahsyat! Hujan Abu Selimuti Flores Timur
Dampak Pada Jalinsum
Longsor ini membuat Jalan Lintas Sumatera di Pahae Julu terpaksa ditutup total. Material tanah, batu, dan lumpur menutup jalur utama sehingga kendaraan tidak bisa melintas dari arah Taput maupun daerah sekitarnya. Penutupan ini langsung berdampak pada aktivitas masyarakat yang bergantung pada jalur tersebut setiap hari.
Penutupan jalan berdampak besar karena Jalinsum merupakan urat nadi transportasi di Sumatera Utara. Arus logistik, mobilitas warga, hingga distribusi hasil pertanian ikut terganggu akibat akses yang terputus. Sopir angkutan dan pengguna jalan terpaksa mencari jalur alternatif yang lebih jauh dan memakan waktu.
Petugas gabungan dari Forkopimda dan unsur terkait langsung dikerahkan untuk membersihkan material longsor. Upaya pembukaan jalan dilakukan secepat mungkin agar jalur strategis tersebut bisa kembali dilalui dan aktivitas masyarakat pulih. Namun, proses pembersihan terkendala oleh kondisi medan dan curah hujan yang masih tinggi.
Waspada Hujan Susulan
Bencana di Taput ini menunjukkan bahwa hujan deras masih menjadi ancaman serius di wilayah perbukitan. Kondisi tebing yang labil membuat potensi longsor susulan tetap tinggi, terutama ketika curah hujan belum mereda. Situasi seperti ini menuntut kewaspadaan ekstra dari warga dan pengendara yang melintas.
Warga yang tinggal di sepanjang jalur rawan diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan turun dalam durasi panjang. Pengguna jalan juga sebaiknya menghindari titik-titik rawan jika kondisi cuaca memburuk. Langkah pencegahan sederhana seperti berhenti sejenak saat hujan lebat bisa membantu mengurangi risiko.
Insiden ini menjadi pengingat bahwa keselamatan di jalur pegunungan tidak bisa dianggap sepele. Dalam hitungan detik, hujan deras dan tanah labil dapat berubah menjadi tragedi yang memakan korban jiwa serta memutus akses vital. Kejadian tersebut juga menegaskan pentingnya sistem peringatan dini di kawasan rawan bencana.
Selalu pantau berita terbaru seputar Pusat Bahaya dan info menarik lain yang membuka wawasan Anda.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari detik.com
- Gambar Kedua dari kompasone.com